Jumat, 10 Juni 2016

Definisi dan Sejarah Film



FILM & SEJARAHNYA



 


 Holla FillerX..!!!

Nah pas banget nih FillerX baca artikel ini :D Sebab kali ini, admin akan berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar media yang FillerX cintai ;;) Yappss.. kali ini admin akan mengulas tentang apa itu film dan gimana sejarah perkembangannya :D Pengen tahu kan? Yuk langsung scroll down ajaa :D

A.      DEFINISI FILM

Nah sebelum kita flashback ke sejarah perkembangan film, kita harus tahu dulu apa sih film itu? Pengertiannya apa ya? Nahh buat FillerX yang belum tahu, ini nih penjelasannya.
Secara harafiah film (sinema) adalah Cinemathographie yang berasal dari Cinema + tho = phytos (cahaya) + graphie = grhap (tulisan = gambar = citra), jadi pengertiannya adalah melukis gerak dengan cahaya. Agar kita dapat melukis gerak dengan cahaya, kita harus menggunakan alat khusus, yang biasa kita sebut dengan kamera. Nah, ada juga nih pendapat dari beberapa pakar tentang definisi film. Wibowo dkk (2006) mendefinisikan film sebagai alat untuk menyampaikan berbagai pesan kepada khalayak melalui sebuah media cerita. Effendi (2000) mengatakan bahwa film adalah gambaran teatrikal yang diproduksi secara khusus untuk dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop dan televisi atau sinetron yang dibuat khusus untuk siaran televisi. Sedangkan, Definisi Film Menurut UU No. 8 Tahun 1992 tentang perfilman, film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada pita seluloid, pita video, piringan video, dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam segala bentuk, jenis, dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proses lainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, eletronik, dan/atau lainnya (e-journal.uajy.ac.id). Jadi, dapat disimpulkan bahwa film adalah media komunikasi massa yang menampilkan serangkaian gambar bergerak yang dapat menyampaikan pesan kepada khalayak dalam bentuk sebuah cerita.

Lalu, bagaimana ya film dapat berkembang sampai sekarang? Yuk sekarang kita intip sejarahnya :D

B.       SEJARAH PERKEMBANGAN FILM


            Ini nih awal mula berkembangnya film! Let’s check it out!


            Awal mula perkembangan film dimulai dari adanya perkembangan di dunia fotografi, yaitu adanya motion picture atau gambar bergerak. Pada tahun 1816, Muybridge yang berasal dari Perancis melakukan percobaan sederhana dengan memotret berkali-kali seekor kuda yang sedang berlari. Hal itu ia lakukan untuk membuktikan apakah mungkin satu waktu ketika kuda tersebut berlari, keempat kakinya berada bersamaan di udara dan tidak menyentuh tanah. Kemudian, hasil cetakan gambar kuda yang sedang berlari tersebut dijejer dan ternyata terbukti bahwa terdapat satu gambar yang menunjukkan keempat kaki kuda tersebut berada di udara secara bersamaan dan tidak menyentuh tanah. (lihat gambar di bawah ini)


 

             Gambar yang diambil Muybridge

Ternyata temuan Muybridge tersebut menarik perhatian banyak pihak sehingga mulai banyak ahli yang mencoba menemukan alat yang dapat mengambil gambar lebih banyak dan cepat agar dapat menghasilkan motion picture yang menarik. Pada tahun 1826, Joseph Nicephore Niepce dari Perancis membuat campuran dengan perak untuk membuat gambar pada sebuah lempengan timah yang tebal. Kemudian, pada tahun 1884 Thomas Alva Edison dan George Eastman menemukan pita film (seluloid) yang terbuat dari plastik tembus pandang. Tahun 1888, Thomas Alva Edison menemukan sebuah kamera yang dapat mengambil 40 gambar per detik,  kamera itu disebut kinetograf. Pada tahun 1891, Eastman dibantu Hannibal Goodwin memperkenalkan satu rol film yang dapat dimasukkan ke dalam kamera pada siang hari. Thomas Alva Edison juga menciptakan sebuah alat berbentuk kotak dengan lubang yang disebut sebagai kinetoskop (kinetoscope) untuk melihat pertunjukan.
            











Joseph Nicephore Niepce                                                                           Thomas Alva Edison



Pada tahun 1895, sebuah alat baru yang mengkombinasikan kamera, alat memproses film, dan proyektor menjadi satu yang dibuat oleh Lumiere Bersaudara dipatenkan. Alat ini disebut sebagai “sinematograf” (cinematographe). Peralatan sinematograf ini terdapat mekanisme gerakan yang tersendat (intermittent movement) yang menyebabkan setiap frame dari film diputar akan berhenti sesaat, dan kemudian disinari lampu proyektor. Di masa awal penemuannya, peralatan sinematograf tersebut telah digunakan untuk merekam adegan-adegan yang singkat. Misalnya, adegan kereta api yang masuk ke stasiun, adegan anak-anak bermain di pantai, di taman dan sebagainya. 

     Lumiere Bersaudara                                                              Sinematograf

             Kinetograf                                                                 Kinetoskop



Pada mulanya, film Edison dan Lumière adalah film yang berdurasi hanya beberapa menit dan menunjukkan hanya sekedar realitas yang direproduksi kembali melalui film–selebriti, atlet angkat besi, pemain sulap, dan bayi yang sedang makan. Gambarnya diambil dalam frame (bingkai) yang statis (kamera tidak bergerak sama sekali) dan tidak ada penyuntingan. Kemudian, seorang pembuat film dari Perancis yang bernama George Méliès mulai membuat sebuah cerita gambar bergerak atau film yang bercerita. Sampai akhir tahun 1890-an, ia mulai membuat film satu adegan, film pendek, dan akhirnya mulai membuat cerita berdasarkan gambar yang diambil dari tempat yang berbeda-beda. Méliès seringkali disebut sebagai “artis pertama dalam dunia sinema” karena ia telah membawa cerita narasi dalam bentuk kisah imajinatif yang menarik, yang berjudul A Trip to the Moon (1902). 

                                    George Méliès                          A Trip to the Moon


Sebelumnya, Film pertama kali dipertontonkan untuk khalayak umum dengan membayar dan berlangsung di Grand Cafe Boulevard de Capucines, Paris, Perancis pada 28 Desember 1895. Peristiwa ini sekaligus menandai lahirnya film dan bioskop di dunia. Meskipun usaha untuk membuat "citra bergerak" atau film ini sendiri sudah dimulai jauh sebelum tahun 1895, bahkan sejak tahun 130 masehi, namun dunia internasional mengakui bahwa peristiwa di Grand Cafe inilah yang menandai lahirnya film pertama di dunia.
Ya, kembali lagi bahwa dengan adanya pemutaran film naratif A Trip to the Moon (1902) tersebut, film menjadi semakin menarik perhatian masyarakat dunia, termasuk Amerika. Setelah masuk ke Amerika, film naratif dikembangkan oleh Edison Company melalui juru kameranya, yaitu Edwin S. Porter. Ia melihat bahwa film dapat dikemas menjadi lebih menarik dengan adanya penggunaan dan penempatan kamera secara artistik yang juga disertai dengan penyuntingan. Film berjudul The Great Train Robbery (1903) dengan durasi 12 menit merupakan film naratif pertama karya Porter yang menggunakan penyuntingan, gabungan potongan-potongan antar adegan, dan sebuah kamera bergerak untuk menceritakan sebuah kisah yang relatif kompleks. Film ini sukses dan mendapat banyak apresiasi dari masyarakat sehingga memajukan bisnis perfilman di Amerika. Kemudian pada tahun 1915, D.W. Griffith membuat film berjudul The Birth of a Nation yang merupakan film pertama dengan kostum, naskah, jadwal yang ketat, dan efek yang dramatis.


    





The Birth of a Nation (1915)                     
The Great Train Robbery (1903)




Sejak ditemukan, perjalanan film terus mengalami perkembangan besar bersamaan dengan perkembangan atau kemajuan-kemajuan teknologi pendukungnya. Pada awalnya hanya dikenal film hitam putih dan tanpa suara atau dikenal dengan sebutan “film bisu”. Masa film bisu berakhir pada tahun 1920-an, setelah ditemukannya film bersuara. Film bersuara pertama diproduksi tahun 1927 dengan judul “Jazz Singer”, dan diputar pertama kali untuk umum pada 6 Oktober 1927 di New York, Amerika Serikat. Kemudian menyusul ditemukannya film berwarna di tahun 1930-an. Perkembangan selanjutnya dari film adalah dengan berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin canggih, film kini dapat dinikmati tidak hanya di bioskop. Namun, film mulai dapat dinikmati melalui televisi, kemudian dengan kehadiran VCD dan DVD (Blue Ray), dan tentunya di era digital seperti saat ini, film dapat kita download ataupun streaming sendiri dengan adanya internet.


Nahh ituu diaa FillerX! Sekilas flashback masa lalu dari media massa yang kita cinta ini :D Gimana? Sudah cukup menjawab rasa penasaran kalian? Masih belum puas? Pengen tahu kayak gimana gambaran umum sejarah film yang tadi admin jelasin? Nih..nih.. admin ada recommended 1 film yang FillerX harus tonton! Judul filmnya "HUGO" .




 Ituu tuhh guyss..!! Film yang admin madsud... Di situ kalian bisa tonton secara umum sejarah perfilman itu seperti apa, karena film ini mengangkat sebagian besar sejarah film sebagai bagian dari jalan ceritanyaa..:D Keren banget deh pokoknya! Tonton aja kalo kalian masih pengen tahu lebih banyak tentang sejarah film :D Okeeyy??

Nih deh admin kasih link trailernya yaa.. coba aja dilihat dulu, pasti bakal tertarik dehh.. hehe
https://www.youtube.com/watch?v=hR-kP-olcpM&spfreload=10


 Gimanaa?? Masih belum puas juga? Masih pengen tahu lebih banyak lagi tentang film? Tenangg.. Pantengin terus ajaa XputarFilm :D Admin akan berusaha menghilangkan rasa penasaran FillerX dengan berbagai informasi lengkap seputar film yang FillerX sayang inii :)) Hehehe

Soo, Make sure u stick out on XputarFilm!!

Posted by: 

Emanuella Zagita

  

DAFTAR PUSTAKA

Hayu, Diyah. 2016. Sejarah Perkembangan Film. Prezi Materi Mata Kuliah Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta. 6 Juni. Yogyakarta.

Kamis, 09 Juni 2016

10 Film Pertama Di Indonesia


10 Film Pertama Di Indonesia





Kali ini gue akan ngasi tau ke Fillerx film-film pertama yang ada di Indonesia. Sebagai movies lovers kita juga harus tau sejarah bahkan film pertama yang ada di Indonesia supaya gak hanya lovers bahkan menjadi Loyality wkwkwk.. oke stop langsung aja nih gue jelasin perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal. Film-film yang terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy, Blok M dan masih banyak film lain. Sebelum film-film tersebut, berikut ini sepuluh film pertama di Indonesia.

1. Loetoeng Kasaroeng (1926)
Loetoeng Kasaroeng adalah sebuah film Indonesia tahun 1926. Meskipun diproduksi dan disutradarai oleh pembuat film Belanda, film ini merupakan film pertama yang dirilis secara komersial yang melibatkan aktor Indonesia.

2. Eulis Atjih (1927)
Sebuah film bisu bergenre melodrama keluarga, film ini disutradarai oleh G. Kruger dan dibintangi oleh Arsad & Soekria. Film ini diputar bersama-sama dengan musik keroncong yang dilakukan oleh kelompok yang dipimpin oleh Kajoon, seorang musisi yang populer pada waktu itu. Kisah Eulis Atjih, seorang istri yang setia yang harus hidup melarat bersama anak-anaknya karena ditinggal suaminya yang meninggalkannya untuk berfoya-foya dengan wanita lain, walaupun dengan berbagai masalah, akhirnya dengan kebesaran hatinya Eulis mau menerima suaminya kembali walaupun suaminya telah jatuh miskin.

3. Lily Van Java (1928)
Film yang diproduksi perusahaan The South Sea Film dan dibuat bulan Juni 1928. Bercerita tentang gadis yang dijodohkan orang tuanya padahal dia sudah punya pilihan sendiri. Pertama dibuat oleh Len H. Roos, seorang Amerika yang berada di Indonesia untuk menggarap film Java. Ketika dia pulang, dilanjutkan oleh Nelson Wong yang bekerja sama dengan David Wong, karyawan penting perusaahaan General Motors di Batavia yang berminat pada kesenian, membentuk Hatimoen Film. Pada akhirnya, film Lily van Java diambil alih oleh Halimoen. Menurut wartawan Leopold Gan, film ini tetap digemari selama bertahun-tahun sampai filmnya rusak. Lily van Java merupakan film Tionghoa pertama yang dibuat di Indonesia.

4. Resia Boroboedoer (1928)
Film yang diproduksi oleh Nancing Film Co, yang dibintangi oleh Olive Young, merupakan film bisu yang bercerita tentang Young pei fen yang menemukan sebuah buku resia (rahasia) milik ayahnya yang menceritakan tentang sebuah bangunan candi terkenal (Borobudur). Diceritakan juga di candi tersebut terdapat sebuah harta karun yang tak ternilai, yaitu guci berisi abu sang Buddha Gautama.

5. Setangan Berloemoer Darah (1928)
Film yang disutradarai oleh Tan Boen San, setelah pencarian di beberapa sumber, sinopsis film ini belum diketahui secara pasti.

6. Njai Dasima I (1929)
Film ini berasal dari sebuah karangan G. Francis tahun 1896 yang diambil dari kisah nyata, kisah seorang istri simpanan, Njai (nyai) Dasima yang terjadi di Tangerang dan Betawi/Batavia yang terjadi sekitar tahun 1813-1820-an. Nyai Dasima, seorang gadis yang berasal dari Kuripan, Bogor, Jawa Barat. Ia menjadi istri simpanan seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Edward William. Oleh sebab itu, akhirnya ia pindah ke Betawi/Batavia. Karena kecantikan dan kekayaannya, Dasima menjadi terkenal. salah seorang penggemar beratnya Samiun yang begitu bersemangat memiliki Nyai Dasima membujuk Mak Buyung untuk membujuk Nyai Dasima agar mau menerima cintanya. Mak buyung berhasil membujuk Dasima walaupun Samiun sudah beristri. Hingga akhirnya Nyai Dasima disia-siakan Samiun setelah berhasil dijadikan istri muda.

7. Rampok Preanger (1929)
Ibu Ining tidak pernah menduduki bangku sekolah, tahun 1920-an adalah seorang penyanyi keroncong terkenal pada Radio Bandung (NIROM) yang sering pula menyanyi berkeliling di daerah sekitar Bandung. Kemudian ia memasuki dunia tonil sebagai pemain sekaligus sebagai penyanyi yang mengadakan pagelaran keliling di daerah Priangan Timur. Main film tahun 1928 yang berlanjut dengan 3 film berikutnya. Film-film itu seluruhnya film bisu. Ketika Halimoen Film ditutup tahun 1932, hilang pulalah Ibu Ining dari dunia film. Namun sampai pecahnya PD II, ia masih terus menyanyi dan sempat pula membuat rekaman di Singapura dan Malaya. Pada tahun 1935 ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun karena sakit lever.

8. Si Tjonat (1929)
Cerita dalam film ini berputar pada kisah seseorang yang dijuluki si Tjonat. Nakal sejak kecil, si Tjonat (Lie A Tjip) melarikan diri ke Batavia (Jakarta) setelah membunuh temannya. Di kota ini ia menjadi jongos seorang Belanda, bukannya berterima kasih karena mendapat pekerjaan, ia juga menggerogoti harta nyai tuannya itu. Tak lama kemudian ia beralih profesi menjadi seorang perampok dan jatuh cinta kepada Lie Gouw Nio (Ku Fung May). Namun cintanya bertepuk sebelah tangan, penolakan Gouw Nio membuatnya dibawa lari oleh si Tjonat. Usaha jahat itu dicegah oleh Thio Sing Sang (Herman Sim) yang gagah perkasa.

9. Si Ronda (1930)
Film ini disutradaria oleh Lie Tek Swie & A. Loepias (Director of Photography), dan dibintangi oleh Bachtiar Efendy dan Momo. Film ini bercerita tentang kisah seorang jagoan perkelahian yang mengandung unsur kebudayaan Cina.

10. Boenga Roos dari Tjikembang (1931)
Film bersuara pertama di Indonesia, film ini menceritakan tentang hubungan antar etnis Cina dan pribumi. Dalam film ini, The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.


Bonus nih gue ngasi biar bisa makin wawasan tentang film makin dalam kalau Fillerx mau ceritain atau jelasin keteman kalian yang mau bergabung menjadi movies lovers. Ada Darah dan Doa (1950). 
Film pertama Indonesia yang dibuat oleh orang Indonesia. Darah dan Doa adalah sebuah film Indonesia karya Usmar Ismail yang diproduksi pada tahun 1950 dan dibintangi oleh Faridah. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang sepenuhnya dibuat oleh warga pribumi. Film ini ialah produksi pertama Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini), dan tanggal syuting pertama film ini 30 Maret 1950, yang kemudian dirayakan sebagai Hari Film Nasional. Kisah film ini berasal dari skenario penyair Sitor Situmorang, menceritakan seorang pejuang revolusi Indonesia yang jatuh cinta kepada salah seorang Belanda yang menjadi tawanannya.

Sumber : filman.pnri.go.id

Hahahha.. pasti yang kali ini sedikit membosankan kannnn.. tapi ndak apa-apa lahh yang penting tuh setidaknya kita sudah tau beberapa la Fillerx!! See ya the next blog lagee! Cheers*



5 Horror Movies


Hi, dearest Fillerx. Whatssup ?
Setelah sekian lama akhirnya gue nge-post. Sekarang gue lagi di McDonalds dan kebetulan sebentar lagi akan ada Conjuring2 yang kemaren gue liat trailer di bioskop seram bangget nah sekalian deh gue akan beri 5 recommended horror movies based on my opinion. Selagi ada free connection yang bisa dimanfaatkan.

1. One Missed Call ( Jepang )
   

Ini film dari Jepang yang juga pernah diadaptasi versi american. Tetap aja bagi gue yang lebih bagus, seram, menegangkan itu versi Jepangnya. Film ini memiliki 3 bagian, tiap bagian versi Jepangnya tidak begitu bersangkutan, namun intinya sama tentang kutukan dalam telepon. Jadi, ceritanya ntar ada yang tiba - tiba telpon ke nomormu ( kadang juga berupa videocall) dan itu isinya suara (atau video) sesaat sebelum si pemilik telepon akan mati dan jika gak mau mati maka harus tumbalin orang lain. Yang cukup unik, setiap orang yang mati memiliki ciri - ciri yang sama yaitu bakal ada sejenis permen merah di dalam mulut orang yang mati. Dari ketiga serinya, gue paling suka yang ke-2. Pokoknya cukup recommended deh dari gue bagi kalian yang udah rada bosan dengan film horror versi Hollywood dan lain sebagainya. Walau ini film lama, tapi tetap rada seru kok.

2. American Marry




 Ini film keluaran tahun 2012. Awalnya gue juga rada gak mau nonton karena gue pikir sejenis cheap horror moviesbut this movie is more about psycho. Di film ini gak ada hantu atau aktivitas supernatural lainnya. Mengisahkan tentang seorang wanita muda, calon dokter bedah yang terbelit hutang. Sutatu hari dia diperkosa dan akhirnya balas dendam kepada si pemerkosa. Ia melakukan berbagai eksperimen pembedahaan ke tubuh si pelaku tanpa membuat si pelaku mati, tapi menderita. Cerita yang cukup unik dan secara logika memang bisa terjadi dimasyarakat karena kekerasan dan tindak pelecehan seksual. Selain itu, pemeran utamanya juga cantik. Pemeran pembantu yang lainnya juga memiliki karakter dan penampilan yang unik", so if you haven't watched it, go watch it now !

3. Insidious

 

Untuk yang film satu ini sepertinya gue gak perlu cerita banyak lagi lah ya. Udah banyak banget yang tau dan film ini juga cukup terkenal. Terdapat 3 chapter dan alur ceritanya juga cukup unik dibandingkan dengan Paranormal Activity. Tentang anak kecil yang memiliki kekuatan menjelajah dunia mimpi, Lucid Dream, dan kemudian terjebak sehingga ada roh jahat yang mengambil ahli tubuhnya. Famous and full of fun at the same time.







4. Saw

 



This movie is my favorite of all the time. Sama seperti American Marry film ini lebih ke psycho dari pada hantu atau aktivitas supernatural. Film ini super kreatif banget. Mulai dari alat - alat yang digunakan untuk membunuh, cara membunuh, kasus si korban dan si pembunuh, latar belakang, dan lain sebagainya pokoknya you'll never get bored unless kalian takut pada darahbecause this movies are full of blood. Film ini sejauh ini sih ada 7 chapter dan tiap chapter selalu ada cerita dan alat -alat yang menarik. Ada hal unik juga, bagi si korban yang telah mati akan ditemukan tanda sebuah puzzle untuk menandakan bahwa si korban mati dengan pelaku yang sama. Si korban akan terjebak oleh sesuatu yang disebut survival games dimana kalau gak bisa lewati ya bakal mati, kalau lewatpun bakal ada kerusakan secara fisik ataupun mental bagi si korban. This is the most recommended !!!

5. The Texas Chainsaw Massacre
 



Ini film udah lama banget dan pernah cukup fenomenal pada waktu itu. Awal dirilis sekitar tahun 1970-an dan juga didaur ulang sekitar tahun 2003. Alkisah seorang anak yang lahir buruk rupa karena ibu yang mengandung adalah seorang pecandu alkohol berat yang kemudian dibesarkan oleh seorang pemulung yang mengajarkannya dari kecil untuk menjadi seorang kanibal. Merupakan salah satu cerita yang cukup terkenal karena ternyata ini diangkat dari kisah nyata yang memang pernah terjadi. Sangking buruk rupanya ia selalu menutupi wajahnya dengan kain ataupun perban. Dia terkenal membunuh korbannya dengan gergaji mesin yang sering dibawanya. Diketahui dia telah membunuh sekitar 88 orang saat ditangkap (kalau gak salah). Dalam film ini juga mengisahkan bagaimana cara dia menyiksa para korban sebelum akhirnya dibunuh dan dijadikan hidangan makan bersama keluarganya.

Gimana-gimana? Keren kann bagi fillerx” yang penasaran sama film yang belum ditonton langsung aja deh..tapi siapin mental aja kalo bisa jangan nonton sendiri yeee..wkwkwk Oke sekian dulu tentang 5 film horror yang gue recommended ke kalian.. Di tunggu ya! Next review gue.. wkwkw See ya!Cheers*